Selasa, 26 November 2013

Pemilihan Presiden Mahasiswa Ricuh



BOGOR-Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) Universitas IBn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar pemilihan Presiden Mahasiswa UIKA. Pemilihan yang dilangsungkan pada Kamis, (24/10/13), diwarnai kericuhan.
 
Kericuhan bermula saat beberapa oknum merangsek masuk ke dalam Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang sedang dilakukan penghitungan suara. Penghitungan suara yang hampir usai dan menetapkan pasangan nomor urut 2, Pebri-Harahap sebagai pemenang harus terhenti sesaat karna ulah-ulah oknum tersebut.

Sabtu, 16 November 2013

Gedung Dibangun, BEM FAI Kecewa


BOGOR-Pembangunan Gedung Kembar Universitas IBn Khaldun (UIKA) Bogor  yang sejak lama direncanakan kini dimulai. Gedung tersebut direncanakan akan digunakan untuk Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Sabtu (16/11/13), dilakukan pemancangan tiang pertama gedung tersebut.
 
            Namun, hal ini tidak ditanggapi baik oleh semua mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FAI, mengaku sangat kecewa. “Saya kecewa gedung FAI dibangun di kampus paling belakang. FAI merupakan ikon UIKA, seharusnya gedung FAI ditempatkan di pusat kampus, yaitu di tempat yang sekarang. Dan gedung FAI harus dekat dengan masjid”, ujar Wakil Gubernur BEM FAI, Septian Hardianto, kepada Warta UIKA, di sekretariat BEM FAI.

Menanggapi hal itu, saat ditemui di Gedung Rektorat, Rektor UIKA, Dr. H. E. Bahruddin, M.Ag mengatakan, lokasi yang akan dibangun untuk gedung kembar, nantinya akan menjadi pusat UIKA. “Universitas dan yayasan tidak pernah bermaksud untuk membelakangkan FAI. Pembangunan UIKA nantinya akan ke belakang. Sehingga, gedung kembar yang kini terasa ada di belakang kampus, nantinya akan ada di tengah kampus dan menjadi titik pusat kampus”, jelasnya.(Lathif Fardiansyah/KPI-1/UIKA)

Rabu, 13 November 2013

Rindu yang Memanggil



Malam ini, entah kenapa, saya ingin menuliskan sesuatu. Sesuatu tentang kita dulu. Dimana kita terkumpul dalam satu kelas, yaitu, XII IPA, di SMA PGRI 1 Bogor. Mungkin sekarang saya sedang rindu. Rindu akan hangatnya kebersamaan, rindu akan serunya perdebatan, dan rindu akan indahnya persatuan. Ya, semua itu saya dapatkan dulu bersama kalian. Kini memang kita sudah terpisah. Kita menyebar ke seluruh lapisan yang ada di Indonesia ini. Tapi tetap, sejauh-jauhnya kita, jarang ketemunya kita, jarang ngobrolnya kita, raga ini, rasa ini, tetap ada kalian. Kalian yang pernah mewarnai kehidupan saya.