Kericuhan
bermula saat beberapa oknum merangsek masuk ke dalam Tempat Pemilihan Suara
(TPS) yang sedang dilakukan penghitungan suara. Penghitungan suara yang hampir
usai dan menetapkan pasangan nomor urut 2, Pebri-Harahap sebagai pemenang harus
terhenti sesaat karna ulah-ulah oknum tersebut.
Menurut
pantauan Warta UIKA di tempat kejadian, oknum tersebut merupakan tim sukses
dari salah satu calon Presiden Mahasiswa yang tidak menerima hasil penghitungan
suara. Mereka mengatakan, pemilihan ini harus diulang atau tidak sah, karena
banyak terjadi kecurangan dan jumlah pemilih tidak mencapai 51% dari total
keseluruhan mahasiswa UIKA.
Ketegangan
semakin menjadi ketika oknum-oknum tersebut berbuat anarkis. Mereka mencopot
spanduk yang terpasang di TPS dan membakarnya, lalu melempar-lempar kursi dan
kertas suara.
Kondisi
mulai kondusif ketika oknum tersebut mulai meninggalkan TPS. Penghitungan suara
kembali dilanjutkan dengan tempat yang berantakan. Tidak lama, penghitungan
selesai dan menetapkan pasangan nomor urut 2, Pebri-Harahap sebagai Presiden
dan Wakil Presiden Mahasiswa UIKA periode 2013-2014.
Di tempat
lain, Ketua KPRM, Adithio Anugrah mengatakan, pemilihan Presiden Mahasiswa tahun
ini bersih. “Pemilihan presiden tahun ini tidak ada kecurangan, jika ada yang ingin
menggugat, silahkan laporkan disertai dengan bukti yang otentik. Dan mengenai
masalah jumlah pemilih yang tidak mencapai 51%, sebelum penghitungan suara
dimulai, sudah ada persetujuan dari semua pihak, termasuk semua calon Presiden
Mahasiswa, untuk tetap melanjutkan penghitungan suara. Kita tidak bisa memaksa
orang untuk memilih, yang penting kita sudah mensosialisasikan agar semua
mahasiswa menggunakan hak pilihnya,” paparnya, kepada Warta UIKA, saat ditemui
di Masjid Al-Hijr II, Sabtu (26/10/13).(Lathif
Fardiansyah/KPI-1/UIKA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar